Sebagai seorang arsitek, maka siswa akan berusaha merancang, menentukan pola, membangun hasil rancangan dalam bentuk sebuah bangunan yang sudah didesign semaksimal mungkin.
Proses siswa untuk merancang, membentuk pola dan membangun itulah yang membutuhkan berbagai input berupa kemampuan berlogika, intuisi, dan mengambil pengetahuan dari pengalaman empiris.
Dalam membangun dunia matematika dalam pikirannya sendiri, siswa harus membuka pikiran secara luas dari semua yang mendukung pengembangan bangunan matematika dalam pikirannya.
Dengan membuka pengetahuan yang masuk dari segala aspek maka matematika akan dapat mencapai puncak tertinggi dan dapat dikatakan sebagai sebuah ilmu
Rabu, 28 September 2011
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 9: School Mathematics
Saya setuju bahwa hakekat matematika adalah 4 unsur yang seperti yang disebutkan oleh Ebbut dan Striker. Tapi hakekat saja tidak cukup untuk mencapai tujuan dari pembelajaran matematika sekolah. Semua hakekat tersebut telah ada dan tertuang dalam perangkat pembelajaran yaitu Silabus dan RPP, yang didalamnya sudah terdapat metode apa yang digunakan dalma pembelajaran sehingga matematika akan dirasa sebagai pelajaran yang bisa dikomunikasikan.
Dalam RPP juga sudah dicantumkan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran baik problem solving, inquiry ataupun discovery yang akan membantu dan membimbing siswa mencapai tingkat penyelesaian masalah dan penemuan suatu konsep matematika berdasarkan pengalaman sendiri.
dan yang perlu ditingkatkan dari pembelajaran matematika adalah praktek langsung atau eksekusi semua rencana tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Itu yang mungkin dirasa kurang dan kadang tindakan di kelas tidak sesuai target besar yang ada di perangkat pembelajaran.
Dalam RPP juga sudah dicantumkan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran baik problem solving, inquiry ataupun discovery yang akan membantu dan membimbing siswa mencapai tingkat penyelesaian masalah dan penemuan suatu konsep matematika berdasarkan pengalaman sendiri.
dan yang perlu ditingkatkan dari pembelajaran matematika adalah praktek langsung atau eksekusi semua rencana tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Itu yang mungkin dirasa kurang dan kadang tindakan di kelas tidak sesuai target besar yang ada di perangkat pembelajaran.
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 8: Architectonic Mathematics (1)
Saya memangdang Matematika sebagai ilmu yang fleksibel, artinya dari semua lapisan usia dapat mempelajari matematika. Tinggal bagaimana cara yang tepat untuk membelajarkan matematika di tingkat atau jenjang yang berbeda tersebut.
Construct atau membangun konsep matematika dapat dilakukan di tingkat perguruan tinggi, tetapi menurut saya construct matematika juga dapat dilakukan oleh peserta didik pada jenjang dasar yaitu membangun pikiran mereka melalui contekstual learning.
Siswa akan membangun pemikiran bagaimana menemukan solusi dari masalah-masalah ringan yang dihadapi.
Melalui proses bermain untuk memecahkan masalah, guru harus mampu mentransfer nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan matematika.
Semua peserta didik, berkesempatan untuk mendapatkan Architectonic mathematics, tergantung bagaimana guru atau pendidik mengemas semua itu dalam wadahnya masing-masing. Proses membentuk dan mengkonstruksi matematika tidak terlepas dari bagaimana transfer yang diberikan oleh guru kepada siswa. bagaimana guru bisa membuat perpindahan yang dapat diterima semua pihak. Terutama pemindahan ilmu. Sebagai guru yang luar biasa mari kita semua selalu mendoakan anak-anak peserta didik kita, sehingga transfer ilmu yang kita berikan akan mudah diterina anak.
Construct atau membangun konsep matematika dapat dilakukan di tingkat perguruan tinggi, tetapi menurut saya construct matematika juga dapat dilakukan oleh peserta didik pada jenjang dasar yaitu membangun pikiran mereka melalui contekstual learning.
Siswa akan membangun pemikiran bagaimana menemukan solusi dari masalah-masalah ringan yang dihadapi.
Melalui proses bermain untuk memecahkan masalah, guru harus mampu mentransfer nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan matematika.
Semua peserta didik, berkesempatan untuk mendapatkan Architectonic mathematics, tergantung bagaimana guru atau pendidik mengemas semua itu dalam wadahnya masing-masing. Proses membentuk dan mengkonstruksi matematika tidak terlepas dari bagaimana transfer yang diberikan oleh guru kepada siswa. bagaimana guru bisa membuat perpindahan yang dapat diterima semua pihak. Terutama pemindahan ilmu. Sebagai guru yang luar biasa mari kita semua selalu mendoakan anak-anak peserta didik kita, sehingga transfer ilmu yang kita berikan akan mudah diterina anak.
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 6: Apakah Matematika itu Ilmu?
Berdasarkan pendapat Imanuel Kant, Filsafat bisa dikatakan sebagai suatu ilmu apabila merupakan sintetik apriori, menurut saya adalah matematika sebagai ilmu, yaitu yang mempunyai kebenaran dengan pembuktian yang menyeratinya. Matematika sebagai suatu ilmu relatif terhadap ruang dan waktu karena aspek pengetahuan yang mendalam terhadap suatu masalah yang dibahas dan bersifat hasil pengolahan pikiran manusia.
Sedangkan matematika bukan sebagai ilmu adalah pure matematika yang dimana dalam mempelajari pure matematika sesuatu sudah ditetapkan kebenarannya berdasarkan pembuktian yang ada. Pure matematika lebih mengutamakan proses abstraksi yang membebaskan diri dari ruang dan waktu. Proses abstraksi akan membuat intuisi seseorang berkurang
Sedangkan matematika bukan sebagai ilmu adalah pure matematika yang dimana dalam mempelajari pure matematika sesuatu sudah ditetapkan kebenarannya berdasarkan pembuktian yang ada. Pure matematika lebih mengutamakan proses abstraksi yang membebaskan diri dari ruang dan waktu. Proses abstraksi akan membuat intuisi seseorang berkurang
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 7: Structuralism Mathematics
Matematika dipelajari dari segi aspek dan sudut pandang yang berbeda-beda. Keadilan dalam belajar matematika adalah apabila kita bisa menempatkan diri kita pada posisi atau level mana kita harus belajar. Pada level tertentu matematika harus dipelajari sebagai Pure-Formal-Axiomatic Mathematic karena tingkat kedewasaan pikiran seseorang dan kemampuan perkembangan berpikir.
Sedangkan pada level yang lebih rendah yaitu pada tingkat sekolah, matematika harus diajarkan sesuai dengan dunia yang dialami pada saat usia mereka yaitu dunia konkret (nyata) yang diharapkan mampu mengkonstruksi matematika dan membangun kemampuan bermatematika.
Untuk lebih memasyarakatkan matematika maka sesuai filsafat analitik, matematika akan lebih tepat bila dikatakan sebagai suatu bahasa. Dalam hal ini matematika sebagai suatu komunikasi dengan masyarakat. Karena bahasa adalah aspek utama yang dikenal dan dipelajari seseorang sebelum dia mempelajari ilmu-ilmu lain. Dengan menjadikan matematika sebagai bahasa maka pada setiap level kehidupan akan sangat terlihat jelas peran dari matematika yaitu membahasakan dunia dan menitegrasikan seluruh aspek kehidupan.
Sedangkan pada level yang lebih rendah yaitu pada tingkat sekolah, matematika harus diajarkan sesuai dengan dunia yang dialami pada saat usia mereka yaitu dunia konkret (nyata) yang diharapkan mampu mengkonstruksi matematika dan membangun kemampuan bermatematika.
Untuk lebih memasyarakatkan matematika maka sesuai filsafat analitik, matematika akan lebih tepat bila dikatakan sebagai suatu bahasa. Dalam hal ini matematika sebagai suatu komunikasi dengan masyarakat. Karena bahasa adalah aspek utama yang dikenal dan dipelajari seseorang sebelum dia mempelajari ilmu-ilmu lain. Dengan menjadikan matematika sebagai bahasa maka pada setiap level kehidupan akan sangat terlihat jelas peran dari matematika yaitu membahasakan dunia dan menitegrasikan seluruh aspek kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Rabu, 28 September 2011
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 10: Architectonic Mathematics (2)
Sebagai seorang arsitek, maka siswa akan berusaha merancang, menentukan pola, membangun hasil rancangan dalam bentuk sebuah bangunan yang sudah didesign semaksimal mungkin.
Proses siswa untuk merancang, membentuk pola dan membangun itulah yang membutuhkan berbagai input berupa kemampuan berlogika, intuisi, dan mengambil pengetahuan dari pengalaman empiris.
Dalam membangun dunia matematika dalam pikirannya sendiri, siswa harus membuka pikiran secara luas dari semua yang mendukung pengembangan bangunan matematika dalam pikirannya.
Dengan membuka pengetahuan yang masuk dari segala aspek maka matematika akan dapat mencapai puncak tertinggi dan dapat dikatakan sebagai sebuah ilmu
Proses siswa untuk merancang, membentuk pola dan membangun itulah yang membutuhkan berbagai input berupa kemampuan berlogika, intuisi, dan mengambil pengetahuan dari pengalaman empiris.
Dalam membangun dunia matematika dalam pikirannya sendiri, siswa harus membuka pikiran secara luas dari semua yang mendukung pengembangan bangunan matematika dalam pikirannya.
Dengan membuka pengetahuan yang masuk dari segala aspek maka matematika akan dapat mencapai puncak tertinggi dan dapat dikatakan sebagai sebuah ilmu
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 9: School Mathematics
Saya setuju bahwa hakekat matematika adalah 4 unsur yang seperti yang disebutkan oleh Ebbut dan Striker. Tapi hakekat saja tidak cukup untuk mencapai tujuan dari pembelajaran matematika sekolah. Semua hakekat tersebut telah ada dan tertuang dalam perangkat pembelajaran yaitu Silabus dan RPP, yang didalamnya sudah terdapat metode apa yang digunakan dalma pembelajaran sehingga matematika akan dirasa sebagai pelajaran yang bisa dikomunikasikan.
Dalam RPP juga sudah dicantumkan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran baik problem solving, inquiry ataupun discovery yang akan membantu dan membimbing siswa mencapai tingkat penyelesaian masalah dan penemuan suatu konsep matematika berdasarkan pengalaman sendiri.
dan yang perlu ditingkatkan dari pembelajaran matematika adalah praktek langsung atau eksekusi semua rencana tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Itu yang mungkin dirasa kurang dan kadang tindakan di kelas tidak sesuai target besar yang ada di perangkat pembelajaran.
Dalam RPP juga sudah dicantumkan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran baik problem solving, inquiry ataupun discovery yang akan membantu dan membimbing siswa mencapai tingkat penyelesaian masalah dan penemuan suatu konsep matematika berdasarkan pengalaman sendiri.
dan yang perlu ditingkatkan dari pembelajaran matematika adalah praktek langsung atau eksekusi semua rencana tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Itu yang mungkin dirasa kurang dan kadang tindakan di kelas tidak sesuai target besar yang ada di perangkat pembelajaran.
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 8: Architectonic Mathematics (1)
Saya memangdang Matematika sebagai ilmu yang fleksibel, artinya dari semua lapisan usia dapat mempelajari matematika. Tinggal bagaimana cara yang tepat untuk membelajarkan matematika di tingkat atau jenjang yang berbeda tersebut.
Construct atau membangun konsep matematika dapat dilakukan di tingkat perguruan tinggi, tetapi menurut saya construct matematika juga dapat dilakukan oleh peserta didik pada jenjang dasar yaitu membangun pikiran mereka melalui contekstual learning.
Siswa akan membangun pemikiran bagaimana menemukan solusi dari masalah-masalah ringan yang dihadapi.
Melalui proses bermain untuk memecahkan masalah, guru harus mampu mentransfer nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan matematika.
Semua peserta didik, berkesempatan untuk mendapatkan Architectonic mathematics, tergantung bagaimana guru atau pendidik mengemas semua itu dalam wadahnya masing-masing. Proses membentuk dan mengkonstruksi matematika tidak terlepas dari bagaimana transfer yang diberikan oleh guru kepada siswa. bagaimana guru bisa membuat perpindahan yang dapat diterima semua pihak. Terutama pemindahan ilmu. Sebagai guru yang luar biasa mari kita semua selalu mendoakan anak-anak peserta didik kita, sehingga transfer ilmu yang kita berikan akan mudah diterina anak.
Construct atau membangun konsep matematika dapat dilakukan di tingkat perguruan tinggi, tetapi menurut saya construct matematika juga dapat dilakukan oleh peserta didik pada jenjang dasar yaitu membangun pikiran mereka melalui contekstual learning.
Siswa akan membangun pemikiran bagaimana menemukan solusi dari masalah-masalah ringan yang dihadapi.
Melalui proses bermain untuk memecahkan masalah, guru harus mampu mentransfer nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan matematika.
Semua peserta didik, berkesempatan untuk mendapatkan Architectonic mathematics, tergantung bagaimana guru atau pendidik mengemas semua itu dalam wadahnya masing-masing. Proses membentuk dan mengkonstruksi matematika tidak terlepas dari bagaimana transfer yang diberikan oleh guru kepada siswa. bagaimana guru bisa membuat perpindahan yang dapat diterima semua pihak. Terutama pemindahan ilmu. Sebagai guru yang luar biasa mari kita semua selalu mendoakan anak-anak peserta didik kita, sehingga transfer ilmu yang kita berikan akan mudah diterina anak.
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 6: Apakah Matematika itu Ilmu?
Berdasarkan pendapat Imanuel Kant, Filsafat bisa dikatakan sebagai suatu ilmu apabila merupakan sintetik apriori, menurut saya adalah matematika sebagai ilmu, yaitu yang mempunyai kebenaran dengan pembuktian yang menyeratinya. Matematika sebagai suatu ilmu relatif terhadap ruang dan waktu karena aspek pengetahuan yang mendalam terhadap suatu masalah yang dibahas dan bersifat hasil pengolahan pikiran manusia.
Sedangkan matematika bukan sebagai ilmu adalah pure matematika yang dimana dalam mempelajari pure matematika sesuatu sudah ditetapkan kebenarannya berdasarkan pembuktian yang ada. Pure matematika lebih mengutamakan proses abstraksi yang membebaskan diri dari ruang dan waktu. Proses abstraksi akan membuat intuisi seseorang berkurang
Sedangkan matematika bukan sebagai ilmu adalah pure matematika yang dimana dalam mempelajari pure matematika sesuatu sudah ditetapkan kebenarannya berdasarkan pembuktian yang ada. Pure matematika lebih mengutamakan proses abstraksi yang membebaskan diri dari ruang dan waktu. Proses abstraksi akan membuat intuisi seseorang berkurang
Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 7: Structuralism Mathematics
Matematika dipelajari dari segi aspek dan sudut pandang yang berbeda-beda. Keadilan dalam belajar matematika adalah apabila kita bisa menempatkan diri kita pada posisi atau level mana kita harus belajar. Pada level tertentu matematika harus dipelajari sebagai Pure-Formal-Axiomatic Mathematic karena tingkat kedewasaan pikiran seseorang dan kemampuan perkembangan berpikir.
Sedangkan pada level yang lebih rendah yaitu pada tingkat sekolah, matematika harus diajarkan sesuai dengan dunia yang dialami pada saat usia mereka yaitu dunia konkret (nyata) yang diharapkan mampu mengkonstruksi matematika dan membangun kemampuan bermatematika.
Untuk lebih memasyarakatkan matematika maka sesuai filsafat analitik, matematika akan lebih tepat bila dikatakan sebagai suatu bahasa. Dalam hal ini matematika sebagai suatu komunikasi dengan masyarakat. Karena bahasa adalah aspek utama yang dikenal dan dipelajari seseorang sebelum dia mempelajari ilmu-ilmu lain. Dengan menjadikan matematika sebagai bahasa maka pada setiap level kehidupan akan sangat terlihat jelas peran dari matematika yaitu membahasakan dunia dan menitegrasikan seluruh aspek kehidupan.
Sedangkan pada level yang lebih rendah yaitu pada tingkat sekolah, matematika harus diajarkan sesuai dengan dunia yang dialami pada saat usia mereka yaitu dunia konkret (nyata) yang diharapkan mampu mengkonstruksi matematika dan membangun kemampuan bermatematika.
Untuk lebih memasyarakatkan matematika maka sesuai filsafat analitik, matematika akan lebih tepat bila dikatakan sebagai suatu bahasa. Dalam hal ini matematika sebagai suatu komunikasi dengan masyarakat. Karena bahasa adalah aspek utama yang dikenal dan dipelajari seseorang sebelum dia mempelajari ilmu-ilmu lain. Dengan menjadikan matematika sebagai bahasa maka pada setiap level kehidupan akan sangat terlihat jelas peran dari matematika yaitu membahasakan dunia dan menitegrasikan seluruh aspek kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)