Pages

Selasa, 06 Desember 2011

Elegi Menggapai "The Metaphysic of Science"

Metaphysics is a branch of philosophy concerned with explaining the fundamental nature of being and the world, although the term is not easily defined. Traditionally, metaphysics attempts to answer two basic questions in the broadest possible terms:

  1. "What is there?"
  2. "What is it like?"
Metaphysics as a discipline was a central part of academic inquiry and scholarly education even before the age of Aristotle, who considered it "the Queen of Sciences." Its issues were considered no less important than the other main formal subjects of physical science, medicine, mathematics, poetics and music. Since the beginning of modern philosophy during the seventeenth century, problems that were not originally considered within the bounds of metaphysics have been added to its purview, while other problems considered metaphysical for centuries are now typically subjects of their own separate regions in philosophy, such as philosophy of religion, philosophy of mind, philosophy of perception, philosophy of language, and philosophy of science.

Minggu, 04 Desember 2011

Elegi Ritual Ikhlas III: Persiapan Teknis

Assalamu'alaikum,
Dalam mempersiapkan ritual ikhlas, maka yang harus dipersipakan adalah bagaimana keikhlasan kita mengikuti dan menjalani kegiatan ritual ikhlas sehingga Allah akan ridho kepada kita. Allah tidak akan memandang umatnya dari sisi lahiriyahnya saja, tetapi yang paling membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya adalah ketaqwaan dan keikhlasannya. Pangkat, golongan dan jabatan hanyalah sandangan duniawi saja, maka tidak ada manfaatnya jika seseorang terlalu menyanjung-nyanjung masalah tersebut.

Secara tingkatan, orang yang akan mengikuti ritual ikhlas ketiga adalah orang yang telah lulus dalam ritual ikhlas yang kedua. Dalam hal ini secara teori memang seharusnya seperti itu, tapi tingkatan ikhlas tidak bisa ditentukan dari lamanya kita mengkaji agama atau dalam hal ini keikhlasan tidak dapat ditentukan dari lamanya mengikuti ritual ikhlas ini. Jadi dalam persiapan ritual ikhlas ketiga masing-masing insan harus menempatkan diri sebaik mungkin dari semua persiapan yang dimiliki.
Jadi jika kita telah merasa mengkaji ilmu agama dari dulu maka jangan pernah merasa puas dan bangga karena keikhlasan hanya Allah yang dapat menilainya, bisa jadi karena kita telah menganggap menguasai suatu ilmu maka kita merasa sombong dan hal itu akan semakin membuat kita jauh dari keikhlasan. maka sebanyak apapun ilmu yang kita miliki maka jangan pernah merasa puas dan cukup karena sebanyak apapun ilmu kita kalau tanpa keikhlasan maka tidak akan dipandang dihadapan Allah.

Elegi Ritual Ikhlas III: Menggapai Keutamaan Dzikir

Assalamu’alaikum,

Subhanallah maha suci Allah, manusia hanyalah hamba yang kecil dengan ilmu, kekuasaan, dan segala yang dimiliki jika dibandingkan dengan kekuasaan Allah. Allah berfirman dalam AlQuran bahwa Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Beribadah yang bisa dilakukan setiap saat adalah berdzikir. Kata Dzikir berasal dari kata Dzakara yang artinya dari segi bahasa ialah :“Memelihara dalam ingatan”.

Jadi, Dzakarallâha artinya : “(Ia) Memelihara ingatan untuk selalu mengingat Allâh dengan cara bertasbih dan mengagungkan-Nya”.
Sedangkan Dzakara Ismallâh artinya : “Menyebut nama Allâh”.

Dengan cara berdzikir maka setiap hembusan nafas kita, setiap aliran darah, dan setiap pembentukan sel adalah tidak luput dari beribadah kepada Allah.
Banyak jenis dan macam zikir, dari yang ringan sampai yang tingkatannya tinggi. Seperti halnya berdoa, maka setiap zikir yang keluar dari ucapan dan hati kita adalah doa yang bersifat kontinu. Agar kekontinuan zikir tetap bisa terjaga maka hal yang harus kita lakukan mulai dari sekarang adalah melafalkan asma Allah everytime, everywhere,everywhen. Karena jika secara harfiah arti setiap huruf dihitung maka agar kita continu berzikir dan saat dipanggil oleh Allah dalam keadaan beriman maka sebutlah Allah, Allah, Allah..... Karena jika nafas telah sampai ditenggorokan, maka belum tentu kita bisa mengucapkan kalimat zikir yang panjang.
Tapi bukan berarti kita hanya berzikir menyebut Allah,Allah tanpa ada peningkatan zikir kita. Kita harus selalu meingkatkan zikir kita. Semoga apa yang keluar dari ucapan kita adalah senantiasa untuk berzikir kepada Allah dan semoga godaan syaitan tidak akan melenakan kita.

Jumat, 02 Desember 2011

Elegi Ritual Ikhlas III: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa

Assalamu'alaikum,

Berdoa adalah salah satu wujud kerendahan hati manusia sebagai makhluk yang kecil yang sangat bergantung pada Pencipta (Sang Kholiq). Orang yang berdoa akan melakukan hal terbaik dalam ucapan ataupun permohonannya karena ibarat kita mau meminta sesuatu kepada orang tua kita pastinya kita harus merayunya dan dengan kata-kata yang indah agar orang tua berkenan dengan permintaan kita. Berdasarkan artikel yang pernah saya baca maka setiap doa yang terucap dari seorang hamba kepada sang Kholik mempunyai keutamaan, yaitu
1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)
2.Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)
3.Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)
4.Tidak ada yang lebih utama (mulia) di sisi Allah daripada do'a. (HR. Ahmad)
5.Ambillah kesempatan berdo'a ketika hati sedang lemah-lembut karena itu adalah rahmat. (HR.Ad-Dailami)
Itulah beberapa kutipan yang dapat saya ambil untuk menyatakan bahwa doa adalah hubungan antara otak, hati, jiwa, raga dan perasaan.
Ada beberapa faktor yang membuat Doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah antara lain :
a. waktu (kapan doa itu dipanjatkan)
b. kondisinya ( dalam keadaan seperti apa saat kita berdoa
c. jenis doanya
d. keadaan hati kita( apakah hati kita ikhlas dalam berdoa?)
e. tata caranya( apakah adab dan tata cara kita dalam berdoa sudah benar)

Forum Tanya Jawab 58: Hidup Adalah Pilihan

Assalamu'alaikum,
Hidup adalah pilihan. Saya setuju dengan hal tersebut. Setiap jengkal kaki yang kita langkahkan berarti itu sudah merupakan pilihan hati dan pikiran kita untuk melakukannya. Kita berpikir hal tersebut juga berarti kita telah memilih untuk memikirkannya. Takdir memang milik Allah, tetapi kita diberikan oleh Allah kesempatan untuk menentukan atau mengusahakan. Dalam surat Ar Ra'd : 11 Allah berfirman yang artinya "Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri ".
Surat ini mengajak kita agar mau bekerja keras meraih kesuksesan hidup. Salah satunya adalah memilih hidup kita mau seperti apa kelak. Baru setelah kita memilih dan mengusahakannya maka kita serahkan (tawakal) kepada Allah atas hasilnya.

Kamis, 01 Desember 2011

Forum Tanya Jawab 57: Dunia Imaginer

Assalamu'alaikum,
sebenarnya perjalanan imajiner kita sangatlah dekat dan sering kita alami. Tetapi karena ketidaktahuan kita tentang apa itu perjalanan imajiner maka kita pun tidak menyadarinya.
Filsafat membahas apa yang ada dan yang mungkin ada sehingga dalam pikiran kita atau sesuatu yang imajiner pun dapat kita pelajari secara mendalam.
Setiap kita pasti pernah mengalami perjalanan imajiner, hanya tingkatan atau dimensinya saja yang berbeda. Orang yang lebih tinggi wawasan, ilmu dan pengalamannya bisa jadi mengalami perjalanan imajiner yang luar biasa dibanding dengan orang yang sedikit pengetahuan, ilmu dan pengalamannya.

Forum Tanya Jawab 56: Tentang Tes Filsafat 2

Assalamu'alaikum, tes jawab singkat merupakan bagian kecil dari alat untuk mengukur pemahaman kita mempelajari filsafat. Jadi sebenarnya tidak hanya jawaban singkat yang harus dihafal, tetapi makna yang lebih dalam dari filsafat harus dipahami lagi sehingga kita benar-benar berfilsafat.
Belajar filsafat berarti belajar membaca, mencari hakekat dari sesuatu dan menganalisis suatu kejadian. Kita harus holistik dalam mempelajari sesuatu dan tidak boleh persial karena sesungguhnya segala yang ada dalam kehidupan ini saling terkait dan berhubungan.

Selasa, 06 Desember 2011

Elegi Menggapai "The Metaphysic of Science"

Metaphysics is a branch of philosophy concerned with explaining the fundamental nature of being and the world, although the term is not easily defined. Traditionally, metaphysics attempts to answer two basic questions in the broadest possible terms:

  1. "What is there?"
  2. "What is it like?"
Metaphysics as a discipline was a central part of academic inquiry and scholarly education even before the age of Aristotle, who considered it "the Queen of Sciences." Its issues were considered no less important than the other main formal subjects of physical science, medicine, mathematics, poetics and music. Since the beginning of modern philosophy during the seventeenth century, problems that were not originally considered within the bounds of metaphysics have been added to its purview, while other problems considered metaphysical for centuries are now typically subjects of their own separate regions in philosophy, such as philosophy of religion, philosophy of mind, philosophy of perception, philosophy of language, and philosophy of science.

Minggu, 04 Desember 2011

Elegi Ritual Ikhlas III: Persiapan Teknis

Assalamu'alaikum,
Dalam mempersiapkan ritual ikhlas, maka yang harus dipersipakan adalah bagaimana keikhlasan kita mengikuti dan menjalani kegiatan ritual ikhlas sehingga Allah akan ridho kepada kita. Allah tidak akan memandang umatnya dari sisi lahiriyahnya saja, tetapi yang paling membedakan antara manusia yang satu dengan yang lainnya adalah ketaqwaan dan keikhlasannya. Pangkat, golongan dan jabatan hanyalah sandangan duniawi saja, maka tidak ada manfaatnya jika seseorang terlalu menyanjung-nyanjung masalah tersebut.

Secara tingkatan, orang yang akan mengikuti ritual ikhlas ketiga adalah orang yang telah lulus dalam ritual ikhlas yang kedua. Dalam hal ini secara teori memang seharusnya seperti itu, tapi tingkatan ikhlas tidak bisa ditentukan dari lamanya kita mengkaji agama atau dalam hal ini keikhlasan tidak dapat ditentukan dari lamanya mengikuti ritual ikhlas ini. Jadi dalam persiapan ritual ikhlas ketiga masing-masing insan harus menempatkan diri sebaik mungkin dari semua persiapan yang dimiliki.
Jadi jika kita telah merasa mengkaji ilmu agama dari dulu maka jangan pernah merasa puas dan bangga karena keikhlasan hanya Allah yang dapat menilainya, bisa jadi karena kita telah menganggap menguasai suatu ilmu maka kita merasa sombong dan hal itu akan semakin membuat kita jauh dari keikhlasan. maka sebanyak apapun ilmu yang kita miliki maka jangan pernah merasa puas dan cukup karena sebanyak apapun ilmu kita kalau tanpa keikhlasan maka tidak akan dipandang dihadapan Allah.

Elegi Ritual Ikhlas III: Menggapai Keutamaan Dzikir

Assalamu’alaikum,

Subhanallah maha suci Allah, manusia hanyalah hamba yang kecil dengan ilmu, kekuasaan, dan segala yang dimiliki jika dibandingkan dengan kekuasaan Allah. Allah berfirman dalam AlQuran bahwa Allah menciptakan jin dan manusia tidak lain kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Beribadah yang bisa dilakukan setiap saat adalah berdzikir. Kata Dzikir berasal dari kata Dzakara yang artinya dari segi bahasa ialah :“Memelihara dalam ingatan”.

Jadi, Dzakarallâha artinya : “(Ia) Memelihara ingatan untuk selalu mengingat Allâh dengan cara bertasbih dan mengagungkan-Nya”.
Sedangkan Dzakara Ismallâh artinya : “Menyebut nama Allâh”.

Dengan cara berdzikir maka setiap hembusan nafas kita, setiap aliran darah, dan setiap pembentukan sel adalah tidak luput dari beribadah kepada Allah.
Banyak jenis dan macam zikir, dari yang ringan sampai yang tingkatannya tinggi. Seperti halnya berdoa, maka setiap zikir yang keluar dari ucapan dan hati kita adalah doa yang bersifat kontinu. Agar kekontinuan zikir tetap bisa terjaga maka hal yang harus kita lakukan mulai dari sekarang adalah melafalkan asma Allah everytime, everywhere,everywhen. Karena jika secara harfiah arti setiap huruf dihitung maka agar kita continu berzikir dan saat dipanggil oleh Allah dalam keadaan beriman maka sebutlah Allah, Allah, Allah..... Karena jika nafas telah sampai ditenggorokan, maka belum tentu kita bisa mengucapkan kalimat zikir yang panjang.
Tapi bukan berarti kita hanya berzikir menyebut Allah,Allah tanpa ada peningkatan zikir kita. Kita harus selalu meingkatkan zikir kita. Semoga apa yang keluar dari ucapan kita adalah senantiasa untuk berzikir kepada Allah dan semoga godaan syaitan tidak akan melenakan kita.

Jumat, 02 Desember 2011

Elegi Ritual Ikhlas III: Tata Cara atau Adabnya Orang Berdoa

Assalamu'alaikum,

Berdoa adalah salah satu wujud kerendahan hati manusia sebagai makhluk yang kecil yang sangat bergantung pada Pencipta (Sang Kholiq). Orang yang berdoa akan melakukan hal terbaik dalam ucapan ataupun permohonannya karena ibarat kita mau meminta sesuatu kepada orang tua kita pastinya kita harus merayunya dan dengan kata-kata yang indah agar orang tua berkenan dengan permintaan kita. Berdasarkan artikel yang pernah saya baca maka setiap doa yang terucap dari seorang hamba kepada sang Kholik mempunyai keutamaan, yaitu
1. Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)
2.Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)
3.Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)
4.Tidak ada yang lebih utama (mulia) di sisi Allah daripada do'a. (HR. Ahmad)
5.Ambillah kesempatan berdo'a ketika hati sedang lemah-lembut karena itu adalah rahmat. (HR.Ad-Dailami)
Itulah beberapa kutipan yang dapat saya ambil untuk menyatakan bahwa doa adalah hubungan antara otak, hati, jiwa, raga dan perasaan.
Ada beberapa faktor yang membuat Doa yang kita panjatkan dikabulkan oleh Allah antara lain :
a. waktu (kapan doa itu dipanjatkan)
b. kondisinya ( dalam keadaan seperti apa saat kita berdoa
c. jenis doanya
d. keadaan hati kita( apakah hati kita ikhlas dalam berdoa?)
e. tata caranya( apakah adab dan tata cara kita dalam berdoa sudah benar)

Forum Tanya Jawab 58: Hidup Adalah Pilihan

Assalamu'alaikum,
Hidup adalah pilihan. Saya setuju dengan hal tersebut. Setiap jengkal kaki yang kita langkahkan berarti itu sudah merupakan pilihan hati dan pikiran kita untuk melakukannya. Kita berpikir hal tersebut juga berarti kita telah memilih untuk memikirkannya. Takdir memang milik Allah, tetapi kita diberikan oleh Allah kesempatan untuk menentukan atau mengusahakan. Dalam surat Ar Ra'd : 11 Allah berfirman yang artinya "Sesungguhnya Allah tidak merubah nasib sesuatu kaum sehingga mereka merubah nasib mereka sendiri ".
Surat ini mengajak kita agar mau bekerja keras meraih kesuksesan hidup. Salah satunya adalah memilih hidup kita mau seperti apa kelak. Baru setelah kita memilih dan mengusahakannya maka kita serahkan (tawakal) kepada Allah atas hasilnya.

Kamis, 01 Desember 2011

Forum Tanya Jawab 57: Dunia Imaginer

Assalamu'alaikum,
sebenarnya perjalanan imajiner kita sangatlah dekat dan sering kita alami. Tetapi karena ketidaktahuan kita tentang apa itu perjalanan imajiner maka kita pun tidak menyadarinya.
Filsafat membahas apa yang ada dan yang mungkin ada sehingga dalam pikiran kita atau sesuatu yang imajiner pun dapat kita pelajari secara mendalam.
Setiap kita pasti pernah mengalami perjalanan imajiner, hanya tingkatan atau dimensinya saja yang berbeda. Orang yang lebih tinggi wawasan, ilmu dan pengalamannya bisa jadi mengalami perjalanan imajiner yang luar biasa dibanding dengan orang yang sedikit pengetahuan, ilmu dan pengalamannya.

Forum Tanya Jawab 56: Tentang Tes Filsafat 2

Assalamu'alaikum, tes jawab singkat merupakan bagian kecil dari alat untuk mengukur pemahaman kita mempelajari filsafat. Jadi sebenarnya tidak hanya jawaban singkat yang harus dihafal, tetapi makna yang lebih dalam dari filsafat harus dipahami lagi sehingga kita benar-benar berfilsafat.
Belajar filsafat berarti belajar membaca, mencari hakekat dari sesuatu dan menganalisis suatu kejadian. Kita harus holistik dalam mempelajari sesuatu dan tidak boleh persial karena sesungguhnya segala yang ada dalam kehidupan ini saling terkait dan berhubungan.