Pages

Selasa, 20 Desember 2011

Mengembangkan RPP Sekolah Bertaraf Internasional

ABSTRAK

Pendidikan merupakan unsur utama pembangun suatu bangsa. Ibarat pepatah jika suatu Negara bagus pendidikannya maka majulah Negara itu tetapi jika terbelakang pendidikannya maka tertinggallah Negara itu. Hal tersebut memang benar adanya seperti yang saat ini terjadi di dunia, bahwa Negara-negara maju mempunyai latar belakang pendidikan yang hebat. Kita soroti Negara Inggris dengan kualifikasi pendidikan yang terkemukan di dunia. Di Inggris, terdapat lebih dari 170 institusi pendidikan dan lebih dari 500 lembaga pendidikan lanjutan yang menawarkan berbagai pilihan program kuliah dan mata kuliah yang mungkin tak ditemukan di institusi pendidikan di negara lainnya. Standar mutu juga telah ditetapkan untuk menjamin diperolehnya derajat pendidikan tertentu (edukasi.kompas).

Kemajuan pendidikan di Negara-negara maju membuat Indonesia terpacu untuk mengembangkan pendidikan mencapai posisi tawar di kancah Nasional dan juga Internasional. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah pengembangan sekolah menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Pengembangan SBI di Indonesia didasari oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat 3, yakni: “Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”. Hal ini diulang lagi dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) pasal 61 ayat (1) yang menyebutkan tentang SBI sebagai berikut: “Pemerintah bersama-sama pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional”. Dalam ketentuan ini, pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional.

Berdasarkan pengertian yang dikeluarkan oleh Kemdiknas, SBI adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia berkualitas Internasional dan lulusannya berdaya saing Internasional. Tujuan diselenggarakannya SBI adalah (1) acuan mutu pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing baik di tingkat regional maupun internasional, (2) peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Namun pada kenyataannya, pelaksanaan yang terjadi dalam SBI belum sepenuhnya maksimal. Dalam konsep yang dituangkan oleh Kemdiknas, tidak dinyatakan secara tegas mengenai kurikulum pendidikan dari negara maju mana yang diadopsi/diacu oleh RSBI/SBI. Pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Bertaraf Internasional juga masih belum jelas mengacu pada Negara mana. Yang menjadi sorotan dalam SBI adalah bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris walaupun belum ditentukan apakah bahasa Inggris British atau Amerika.

Salah satu komponen dalam kurikulum adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah Bertaraf Internasional.

Sabtu, 17 Desember 2011

Metafisika Filsafat

Filsafat sebagai suatu komponen yang sangat lekat dengan kehidupan mempunyai peran yang sangat penting untuk membentuk pola pikir manusia. Setiap diri mampu membangun filsafat mereka masing-masing dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki serta kesaksian hidupnya. Filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada, semua yang ada dan yang mungkin ada dapat diterjemahkan dan menterjemahkan sehingga membentuk suatu hermeutik kehidupan.

Mempelajari filsafat tidak boleh hanya parsial saja karena itu baru sebagian dunia saja, mempelajaru filsafat haruslah holistic dan universal sehingga apa yang ada disebalik filsafatpun dapat kita pelajari. Mengetahui apa yang terkandung dibalik sesuatu adalah berarti kita berusaha untuk menganalisis pada dimensi yang lebih tinggi yaitu pada tingkatan normatif bahkan spiritual. Hal itu juga perlu memperhatikan ruang dan waktu karena berfilsafat berarti kita berbicara ruang dan waktu. Orang yang bijak akan memandang dan bertindak sesuai dengan ruang dan waktunya. Sepert yang selalu dipesankan oleh orang tua berambut putih dalam elegy di atas.

Rabu, 14 Desember 2011

Philosophical Ground of Human Resources Development: Its implication to Educational Change

Pada era global seperti sekarang ini perubahan paradigm seorang guru sangatlah menjadi hal yang patut menjadi perhatian. Dengan adanya banyak kebijakan yang diterapkan pada guru seperti sertifikasi, atau profesi membuat paradigm guru mengalami sedikit pergeseran. Dulu pengabdian seorang guru sangatlah menjadi prioritas utama dalam memajukan pendidikan tetapi fenomena sekarang banyak menunjukkan bahwa ada beberapa guru yang hanya lebih mengutamakan formalitas dari pada substansi. Jadi kewajiban utama seorang guru mengalami suatu penurunan dimensi dari yang seharusnya. Padahal kita tahu bahwa sebuah lembaga pendidikan, salah satu komponen pentingnya adalah seorang guru.

Penyelenggaraan lembaga–lembaga pendidikan di negara manapun di dunia dipandang sebagai suatu program yang bernilai strategis. Hal ini berdasarkan satu asumsi bahwa proses pendidikan merupakan sebuah proses yang dengan sengaja dilaksanakan semata–semata bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Melalui proses pendidikan akan terlahir sosok–sosok individu sebagai sumber daya manusia yang akan berperan besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu peran pendidikan demikian sangat penting sebab pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Resources for Developing Mathematics Education

Terimakasih atas sumber yang telah Bapak Tulis, semoga dengan kekayaaan referensi ini dapat menambah wawasan saya terhadap matematika dan pembelajaran matematika. Semoga sebagai guru, mahasiswa, saya dan teman-teman semakin memperkaya khasanah pengetahuan dan bisa mengimplementasikan apa yang seharusnya. Ada tambahan sumber yang mungkin bisa dijadikan refernsi yaitu

http://www.wikihow.com/Learn-Math

Do the Teachers need to Research their Own Teaching ?

Melalui tulisan dalam posting tersebut saya menjadi mengintrospeksi diri saya pribadi bahwa saya seharusnya melakukan tindakan penelitian tersebut. Penelitian masih dianggap sulit oleh sebagian besar orang karena banyak yang harus dipersipkan dan menganalisa hasil dari penelitian kita. Padahal melalui pembelajaran yang kita lakukan setiap hari sebenarnya dapat kita setting menjadi suatu penelitian yang dimulai dari sesuatuyang sederhana. Pentingnya penelitian ini dilakukan oleh para guru karena kita tahu bahwa banyak ahli berpendapat bahwa tidak ada metode atau model pembelajaran yang tepat/cocok diterapkan dalam semua topik pembelajaran serta situasi dan kondisi yang berbeda. Oleh karena guru harus mampu mengambil peran dengan menerapkan suatu metode/model pembelajaran yang sesuai dengan topik dan kondisi siswa. Dari hal tersebut guru harus mampu melakukan analisa sederhana untuk bertindak sebagai peneliti yang mencobakan atau memadukan suatu metode atau model pembelajaran dengan beberapa kondisi yang berbeda. Dengan analisa tersebut guru akan menguasai pengelolaan kelas yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Semoga hal ini dapat kita lakukan sedikit demi sedikit agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.

Selasa, 20 Desember 2011

Mengembangkan RPP Sekolah Bertaraf Internasional

ABSTRAK

Pendidikan merupakan unsur utama pembangun suatu bangsa. Ibarat pepatah jika suatu Negara bagus pendidikannya maka majulah Negara itu tetapi jika terbelakang pendidikannya maka tertinggallah Negara itu. Hal tersebut memang benar adanya seperti yang saat ini terjadi di dunia, bahwa Negara-negara maju mempunyai latar belakang pendidikan yang hebat. Kita soroti Negara Inggris dengan kualifikasi pendidikan yang terkemukan di dunia. Di Inggris, terdapat lebih dari 170 institusi pendidikan dan lebih dari 500 lembaga pendidikan lanjutan yang menawarkan berbagai pilihan program kuliah dan mata kuliah yang mungkin tak ditemukan di institusi pendidikan di negara lainnya. Standar mutu juga telah ditetapkan untuk menjamin diperolehnya derajat pendidikan tertentu (edukasi.kompas).

Kemajuan pendidikan di Negara-negara maju membuat Indonesia terpacu untuk mengembangkan pendidikan mencapai posisi tawar di kancah Nasional dan juga Internasional. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah pengembangan sekolah menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Pengembangan SBI di Indonesia didasari oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 Ayat 3, yakni: “Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”. Hal ini diulang lagi dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) pasal 61 ayat (1) yang menyebutkan tentang SBI sebagai berikut: “Pemerintah bersama-sama pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional”. Dalam ketentuan ini, pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional.

Berdasarkan pengertian yang dikeluarkan oleh Kemdiknas, SBI adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia berkualitas Internasional dan lulusannya berdaya saing Internasional. Tujuan diselenggarakannya SBI adalah (1) acuan mutu pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing baik di tingkat regional maupun internasional, (2) peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Namun pada kenyataannya, pelaksanaan yang terjadi dalam SBI belum sepenuhnya maksimal. Dalam konsep yang dituangkan oleh Kemdiknas, tidak dinyatakan secara tegas mengenai kurikulum pendidikan dari negara maju mana yang diadopsi/diacu oleh RSBI/SBI. Pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Bertaraf Internasional juga masih belum jelas mengacu pada Negara mana. Yang menjadi sorotan dalam SBI adalah bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris walaupun belum ditentukan apakah bahasa Inggris British atau Amerika.

Salah satu komponen dalam kurikulum adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah Bertaraf Internasional.

Sabtu, 17 Desember 2011

Metafisika Filsafat

Filsafat sebagai suatu komponen yang sangat lekat dengan kehidupan mempunyai peran yang sangat penting untuk membentuk pola pikir manusia. Setiap diri mampu membangun filsafat mereka masing-masing dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki serta kesaksian hidupnya. Filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada, semua yang ada dan yang mungkin ada dapat diterjemahkan dan menterjemahkan sehingga membentuk suatu hermeutik kehidupan.

Mempelajari filsafat tidak boleh hanya parsial saja karena itu baru sebagian dunia saja, mempelajaru filsafat haruslah holistic dan universal sehingga apa yang ada disebalik filsafatpun dapat kita pelajari. Mengetahui apa yang terkandung dibalik sesuatu adalah berarti kita berusaha untuk menganalisis pada dimensi yang lebih tinggi yaitu pada tingkatan normatif bahkan spiritual. Hal itu juga perlu memperhatikan ruang dan waktu karena berfilsafat berarti kita berbicara ruang dan waktu. Orang yang bijak akan memandang dan bertindak sesuai dengan ruang dan waktunya. Sepert yang selalu dipesankan oleh orang tua berambut putih dalam elegy di atas.

Rabu, 14 Desember 2011

Philosophical Ground of Human Resources Development: Its implication to Educational Change

Pada era global seperti sekarang ini perubahan paradigm seorang guru sangatlah menjadi hal yang patut menjadi perhatian. Dengan adanya banyak kebijakan yang diterapkan pada guru seperti sertifikasi, atau profesi membuat paradigm guru mengalami sedikit pergeseran. Dulu pengabdian seorang guru sangatlah menjadi prioritas utama dalam memajukan pendidikan tetapi fenomena sekarang banyak menunjukkan bahwa ada beberapa guru yang hanya lebih mengutamakan formalitas dari pada substansi. Jadi kewajiban utama seorang guru mengalami suatu penurunan dimensi dari yang seharusnya. Padahal kita tahu bahwa sebuah lembaga pendidikan, salah satu komponen pentingnya adalah seorang guru.

Penyelenggaraan lembaga–lembaga pendidikan di negara manapun di dunia dipandang sebagai suatu program yang bernilai strategis. Hal ini berdasarkan satu asumsi bahwa proses pendidikan merupakan sebuah proses yang dengan sengaja dilaksanakan semata–semata bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Melalui proses pendidikan akan terlahir sosok–sosok individu sebagai sumber daya manusia yang akan berperan besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu peran pendidikan demikian sangat penting sebab pendidikan merupakan kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Resources for Developing Mathematics Education

Terimakasih atas sumber yang telah Bapak Tulis, semoga dengan kekayaaan referensi ini dapat menambah wawasan saya terhadap matematika dan pembelajaran matematika. Semoga sebagai guru, mahasiswa, saya dan teman-teman semakin memperkaya khasanah pengetahuan dan bisa mengimplementasikan apa yang seharusnya. Ada tambahan sumber yang mungkin bisa dijadikan refernsi yaitu

http://www.wikihow.com/Learn-Math

Do the Teachers need to Research their Own Teaching ?

Melalui tulisan dalam posting tersebut saya menjadi mengintrospeksi diri saya pribadi bahwa saya seharusnya melakukan tindakan penelitian tersebut. Penelitian masih dianggap sulit oleh sebagian besar orang karena banyak yang harus dipersipkan dan menganalisa hasil dari penelitian kita. Padahal melalui pembelajaran yang kita lakukan setiap hari sebenarnya dapat kita setting menjadi suatu penelitian yang dimulai dari sesuatuyang sederhana. Pentingnya penelitian ini dilakukan oleh para guru karena kita tahu bahwa banyak ahli berpendapat bahwa tidak ada metode atau model pembelajaran yang tepat/cocok diterapkan dalam semua topik pembelajaran serta situasi dan kondisi yang berbeda. Oleh karena guru harus mampu mengambil peran dengan menerapkan suatu metode/model pembelajaran yang sesuai dengan topik dan kondisi siswa. Dari hal tersebut guru harus mampu melakukan analisa sederhana untuk bertindak sebagai peneliti yang mencobakan atau memadukan suatu metode atau model pembelajaran dengan beberapa kondisi yang berbeda. Dengan analisa tersebut guru akan menguasai pengelolaan kelas yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Semoga hal ini dapat kita lakukan sedikit demi sedikit agar kualitas pembelajaran semakin meningkat.